-->

Notification

×

Pemuda Kreatif Garut Utara Kembangkan Tanaman Bonsai Jadi Primadona

Thursday, 11 March 2021 | 16:23 WIB Last Updated 2021-03-11T09:23:01Z


Foto: Herman Abdul Azis Ketua Komunitas Ngabolang


Pemuda Kreatif Garut Utara Kembangkan Tanaman Bonsai Jadi Primadona


Garut/ JournalNews.co.id: Tanaman hias bonsai atau tanaman yang dikerdilkan dengan berbagai motif,bentuk dan ukuran, rupanya belum menemukan waktu surutnya tak terkecuali dimasa pandemi corona yang melanda negeri ini pada awal tahun 2020 lalu, walaupun dalam keadaan yang sangat menghawatirkan juga dalam ketidakpastian kapan pandemi ini akan berakhir, tetapi tidak menyurutkan pula semangat sekelomok pemuda kreatif di kampung Cibarugbug,desa girijaya kecamatan kersamanah Garut utara ini untuk berhenti berkarya.

Foto: Bonsai Waru Wayang (Hibiscus tiliaceus)


Komunitas Ngabolang yang diketuai oleh Herman Abdul Aziz ini,sudah lama menekuni hoby berburu berbagai bonsai lokal di daerah seputar lingkunganya,karena letak geograpis Garut utara dikelilingi perbukitan,pegunungan juga sungai-sungai besar yang diketahui terdapat berbagai jenis bahan tanaman bonsai lokal diantaranya jenis Serut (streblus asper), beringin kimeng (Ficus microcarpa), Beringin iprik (Ficus Retosa), Beringin hijau (ficus benjamina),waru (Hibiscus tiliaceus), loa (ficus racemosa),Sancang (Phemna microphylla),Santigi (Phempis acidula) dan berbagai jenis tanaman bahan bonsai lainya.


Hoby yang ditekuni oleh Herman dkk hampir 5 tahun ini tak pelak mendapatkan respon positif dari AR Enggang Simpaty seorang pegiat sosial juga sekaligus sebagai komisioner Komnas Anak Provinsi jawa barat, sehingga tak butuh waktu lama Komunitas Ngabolang ini digagas dijadikan wadah ajang silaturahmi juga pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis kreativitas dan hoby di awal tahun 2020 yang pada saat itu daerah jawa barat sendiri memberalkukan pembatasan sosial berskal besar (PSBB).


Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masa pandemi corona ini sangat berdampak kepada kegiatan para pemuda di kampung kami sehingga sebagian dari mereka yang beraktivitas di kota besar sebagai buruh harian lepas juga serabutan ini harus menyikapi keadaan dengan berbagai cara, sehingga kegiatan ekonomi harus terus berjalan di daerahnya tampa terkena penyebaran wabah virus corona,dengan berburu tanaman bahan bonsai ke hutan imbuh AR Enggang Simpaty yang akrab dipanggil Om Rizal sekaligus sebagai penasehat komunitas Ngabolang Ini


Selama hampir satu tahun komunitas Ngabolang Kp. Cibarugbug ini melakukan kegiatan pencarian dan perburuan berbagai macam tanaman bahan bonsai ke berbagai daerah diantaranya,ke perbukitan gentong, pagerageung,cikijing kuningan hingga pantai selatan cipatujah dan berbagai daerah di priangan timur, yang hingga progresnya saat ini sudah menghasilkan berbagaimacam bonsai lokal siap jual dengan nilai ekonomis tinggi hingga disipakan untuk mengikuti berbagai even kontes bonsai lokal yang diselenggarakan di wilayah jabar da sekitarnya.


Disamping berpontensi mengahasilkan pundi- pundi rupiah tanaman Bonsai juga memiliki nilai Filsafat dan pesan moral didalamnya sebagai penguatan manusia dalam berkhtiar yaitu nilai keindahan,kesabaran,ketekunan,kreativitas,kerja keras,kerja cerdas,rasa syukur sebagai bentuk tadabur alam juga berinvestasi jangka panjang dalam tanaman bonsai yang kita pelihara ini, Tutur Ayi Dedeng sebagai pembina di komunitas Ngabolang ini Ayi berpesan kepada seluruh anggota komunitas ini agar senantiasa menjaga keseimbangan alam juga tetap melestarikanya degan cara yang bijaksana.

Foto: kegiatan pemeliharaan Bonsai Anggota Komunitas Ngabolang (Yanto.S)


Membonsai merupakan kegiatan hoby tetapi para pemburu tanaman bahan bonsai harus secara ketat membekali diri dengan sebijaksana mungkin tidak boleh serampangan juga asal-asalan pada saat berburu di alam liar,guna menjaga keberlangsungan hidup tanaman-tanaman tersebut ,melestarikanya untuk generasi yang akan datang,dengan cara tertib apabila ada ranting yg tersisa setelang proses dongkel harus ditanam kembali agar tumbuh sebagai mana mestinya,lebih baik apalagi sambil kita menanam bibit at benih yg kita bawa dari rumah akan lebih baik lagi demikian ajakan  Ayi Dedeng di sela-sela ativitasnya.



Foto: Beberapa Jenis Bonsai Lokal Hasil Karya Komunitas Pemuda kreatif Ngabolang Garut.


Sepanjang tahun 2020 hingga pertengahan maret 2021 komunitas Ngabolang ini telah berhasil menangkar sekitar 700 tanaman bahan bonsai lokal yang saat ini masih dalam program percabangan,perantingan dan pemasangan kawat cabang hingga bonsai lokal ini siap kontes ataupun dijual kepada para penghoby bonsai di daerah lainya. berbicara jenis bonsai lokal yang paling banyak dicari dan digemari pada komunitas Ngabolang ini yaitu bonsai dari keluarga Beringin (ficus) dan keluarga Waru (Hibiscus) dengan berbagai variasi harga disesuaikan dengan motif juga ukuranya harga berkisar antara 300ribu-3,7juta rupiah.


Pada dasarnya komunitas Nagabolang kami ini terus berbenah diri dengan berbagai persiapan juga terus meningkatkan daya kreativitas guna dapat bersaing dengan komunitas ataupun kelompok lainya yang sama-sama menggeluti bidang kreasi bonsai tanaman lokal yang ada disekitar lingkungan kita yang sudah ada terlebih dulu, kita bangga bahwa Alam telah menyiapkan segalanya untuk manusia, kembali kepada manusianya itu sendiri dapat melihat peluang tersebut ataupun tidak juga memanfaatkanya semaksimal mungkin sehingga dapat memberikan nilai pada kehidupan yang lebih baik,imbuh  Herman dalam menutup liputan ini sambil memotivasi pemuda yang lainya. (Enggang Simpathy)

 

 

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update