-->

Notification

×

Anggaran CSR Pembangunan Jembatan di Desa Sukaluyu Diduga Diambil Alih, Ada Apa?

Thursday, 1 April 2021 | 08:16 WIB Last Updated 2021-04-01T04:17:16Z

Cianjur, journalnews.co.id - Pada bulan Oktober Tahun 2020 Pemdes Sukaluyu mengajukan proposal pembangunan jembatan gantung yang berlokasi di antara Kampung Pasir Kacung Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu dan Kampung Jangga Desa Langensari Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur, ke pihak telkom yg kebetulan pada waktu itu Sanjaya sepaku pihak telkom sengaja bersilaturahmi ke Kantor Desa Sukaluyu dan Ia pun menawarkan program melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility/Tanggung Jawab Sosial Perusahaan).

Demi terwujudnya dana CSR pihak Pemdes Sukaluyu terus menjalin komunikasi bersama Sanjaya. Beruntungnya, berkat kemitraan yang baik, pihak telkom mewujudkan pengajuan proposal pembangunan jembatan tersebut. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Desa Sukaluyu antara Sanjaya dan Pemdes Sukaluyu yang ditemani dari anggota salah satu kesatuan,maka terciptalah kesepakatan pembangunan jembatan gantung oleh suatu yg di bentuk oleh pihak telkom daengab masyarakat Sukaluyu, tidak ada pembicaraan dengan pihak lain atau di kuasakan ke desa lain.

Akan tetapi beberapa hari setelah kesepakatan dibuat antara Pemdes Sukaluyu dan pihak Telkom, tiba-tiba pihak telkom mengalihkan penguasaan proyek tersebut ke Pemdes Langensari, sehingga kucuran anggaran CSR pun beralih ke pemdes Langensari, padahal jika dilihat dari latar belakang jembatan tersebut, semenjak tahun 1977 pemdes Sukaluyu merupakan lembaga yang membangun dan memelihara jembatan tersebut dan sampai saat ini karena ini tercatat merupakat asset desa sukaluyu dan tertuang di RPJMDes.

"Bahkan jalan di dekat jembatan pun kemarin Kami cor dan menghabiskan 70 zak semen" ungkap pemdes Sukaluyu.


Tentunya, dengan beralih pencairan anggaran CSR yang awalnya akan dikucurkan ke Pemdes Sukaluyu dan atas dugaan saat ini jadi beralih ke pemdes Langensari, jelas dapat menimbulkan suatu pertanyaan tersendiri terutama dikalangan masyarakat. Betapa tidak, Sebab menurut penuturan salah satu dari narasumber yang enggan identitasnya di publisk, menjelaskan bahwa pemdes Langensari baru mengetahui rencana pembangunan jembatan tersebut dan bertemu dengan pihak telkom sekitar dua minggu yang lalu. 

"Padahal pemdes langensari baru tau adanya pembangunan jembatan dua minggu yg lalu dan tidak pernah mengajukan proposal dan baru ketemu pihak telkom yang di perkirakan baru dua minggu yang lalu setelah cair" ujar narasumber.

Dengan adanya dugaan polemik peralihan anggaran CSR ini, timbul dugaan juga bahwa  kesimpulan ada salah satu oknum petugas yang mulanya turut hadir dalam perjanjian di  suatu tempat dua minggu silam, ada upaya dengan dan atas dugaan membisniskan atau ngambil keuntungan pribadi atas anggaran CSR tersebut bersama Pemdes Langensari.

"Kami atas nama seluruh warga masyarakat dan juga ketua dan anggota karang taruna,tidak akan tinggal diam karena ini semua untuk kebutuhan seluruh warga masyarakat dan masyarakat sangat berharap tidak adanya oknum penyelewengan dana bantuan untuk pembangunan jembatan tersebut,kami atas nama warga masyarakat dan karang taruna akan siap dan tegas juga kopratif dalam melaksanakan tugas dengan pekerjaan yang di berikan atau yang di amanahkan," pungkas warga kepada awak media. (Rafli HidayatHAM)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update