-->

Notification

×

Kantor IJB Kedatangan Ketua L-KPK Karawang Bahas Buruh Migran Indonesia

Thursday, 1 April 2021 | 08:18 WIB Last Updated 2021-04-01T01:18:06Z


Karawang, journalnews.co.id - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi L-KPK Panrin RI Kabupaten Karawang bersama pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Jurnalis Bersatu (DPP IJB) adakan pertemuan di Kantor DPP IJB , Jln. Terusan kantor Kecamatan Banyusari, Desa Gempol, Kabupaten Karawang, Rabu (31/03/2021).

Silaturahmi tersebut dihadiri oleh Agung Laksana selaku ketua L-KPK Panrin Karawang, Irwanto Ketua Umum IJB, H.Solehudin Bolen Kabiro Harian Kriminal, Asep Rohmatin wartawan rakyat jelata, H.Ahmad wartawan harian kriminal, Yanto dan Ali pengurus LBH Maskar Indonesia Kecamatan Banyusari.

Dalam kesempatan tersebut Agung Laksana menjelaskan, bahwa pertemuan ini merupakan ajang silaturahmi antar lembaga dan organisasi profesi jurnalis, dan sekaligus pertemuan untuk membahas terkait isu-isu yang sedang diperbincangkan dipublik.

“Ada beberapa isu yang kita perbincangkan disini khusunya terkait masalah tenaga kerja migran indonesia. Maka dari itu kami mengadakan pertemuan ini untuk membahas hal tersebut,” ungkap Agung kepada media.

Sementara itu Irwanto Ketum IJB  mengucapkan terimakasih atas kedatangan ketua L-KPK Karawang untuk bersilaturahmi dan membahas beberapa persoalan yang tejadi yang saat ini ditangani oleh lembaganya.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Agung Laksana atas silaturahminya. Dan Insyaallah kita siap bersinergi dalam hal publikasi," katanya.

Selain itu sebagai ketua IJB dirinya menginginkan rekan-rekan media yang tergabung didalam IJB khususnya dapat menjaga Marwah IJB dan kesolidan antara anggota.

"Yang tak kalah pentingnya selalu menjalankan tugas sebagai sosial kontrol sesuai dengan kode etik jurnalistik,” katanya.

Lanjut Irwan, ketika misalnya ada wartawan yang masuk dalam organisasi Ikatan Jurnalis Bersatu (IJB) jika ada persoalan di lapangan kita tetap harus bersatu, dan itu salah satu komitmen IJB yang harus dipatuhi.

"Kita itu indah jika saling mendukung dan kompak satu sama lain,“ tambahnya.

Bukan sebaliknya, saat ada wartawan yang dianggap bermasalah malah dipublikasikan, ini adalah hal yang tidak lucu dan mencerminkan ketidak kompakan.

"Orang lain jadi tahu kelemahan kita, dan ketika tahu maka akan dengan mudah orang lain melemahkan kita," katanya.

Bukan itu saja, kerap terjadi antar wartawan saling serang berita, dengan satu sumber objek berita yang sama.

"Apapun ceritanya, kita tidak sadar bahwa kita dengan mudah diadu-adukan. Semoga kita menjadi insan pers yang profesional dengan mengedepankan silaturahmi dan kekompakan," pungkasnya. (One)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update