-->

Notification

×

Oknum Kepala Sekolah Diduga Melakukan Jual-Beli Ijazah Instan

Wednesday, 28 April 2021 | 20:45 WIB Last Updated 2021-04-28T13:49:00Z

Gambar : Ilustrasi ijazah palsu. 


CIANJUR, journalnews.co.id - Seorang oknum Kepala Sekolah SMK di Kampung Cikendi Desa Mekarjaya Kecamatan Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur, diduga kuat jual beli ijazah secara instan demi keuntungan pribadi. Kepala sekolah SMK pasundan yang berinisial SDN ini sekarang banyak mendapat kritikan dari masyarakat Desa Mekarjaya, dikarenakan beberapa orang yang menjadi perangkat Desa Mekarjaya, ternyata ijazah yang di milikinya adalah ijazah instan, Rabu (28/04). 


Ijazah-ijazah tersebut tidak di akui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, bahkan ijazah yang dimiliki para Perangkat Desa berawal dari PKBM Al-Mutaqin Ciranjang, namun ketika Journal News mengkonfirmasi baik Dinas Pendidikan maupun Departemen Agama Kabupaten Cianjur, alhasil  jawabannya tidak tercatat di Dinas ataupun instansi terkait.


Setelah wartawan Journal News melakukan  investigasi kepada pemilik Ponpes Al- Mutaqin jawabanya sama, bahwa ijazah yang dikeluarkan oleh oknum Kepala Sekolah tersebut, dinyatakan oleh tidak valid ataupun tidak diakui menurut keterangan pemilik Ponpes Al-Mutaqin.


"Saya tidak tau ijazah yang diterbitkan oknum Kepala Sekolah tersebut, karena ini ijazahnya tidak valid." ungkap Pemilik Ponpes Almutaqin menerangkan. 


Sedangkan pihak Dinas Pendidikan dan Departemen Agama Kabupaten Cianjur menyatakan ijazah tersebut tidak terdaftar di intansi ini, pungkas Dinas.


"Banyak Ijazah yang perlu di pertanyakan dari para perangkat Desa Mekarjaya, karena bukan satu Ijazah saja yang dikeluarkan oleh SDN untuk Perangkat Desa Mekarjaya. Padahal sudah jelas jelas, jual beli ijazah palsu sudah melanggar undang undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan, yang tertuang dalam pasal 28 ayat 6 dan 7, pasal 42 ayat 3, dan pasal 44 ayat 4. dengan ancaman pidananya paling lama 10 tahun penjara, atau  Denda 1 miliar." ungkap salahsatu warga yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan. 


"Oknum KS berinisial SDN ini, bukan tidak tau dengan ancaman pidananya, atau pasal yang di terapkan dalam Undang-undang Tahun 2012. Dibalik semua ini adalah untuk mencari ke untungan sesaat dengan memanfaatkan jabatan, entah setan apa yang merasukinya, sehingga perbuatanya di anggap sepele." pungkas warga tersebut bernada kesal. 


"Dengan perbuatan yang dilakukan oknum Kepsek berinisial SDN yang sudah lama menjabat,  maka berapa tahun Negara dirugikan oleh para oknum Kadus Desa Mekarjaya." ujar tokoh masyarakat Desa Mekarjaya. 


"Kami bersama para pendukungnya, akan menyeret permasalahan ini ke ranah hukum, agar Desa Mekarjaya tidak ada lagi para penjual Dokumen Negara yang tidak di akui oleh Dinas," pungkas tokoh masarakat, yang juga sebagai tokoh agama ini mengakhiri.(Rafli Hidayat) 

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update