-->

Notification

×

Presma IAIS Soroti Fenomena Radikalisme

Thursday, 1 April 2021 | 12:01 WIB Last Updated 2021-04-01T05:01:58Z


Sukabumi, journalnews.co.id - Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Sukabumi Aris Gunawan menyoroti dengan beredarnya fenomena yang hari-hari ini ramai tentang pemahaman radikalisme dan sering di kategorikan terhadap aksi terorisme.

Ini menjadi salah satu ancaman untuk bangsa dan negara dalam keutuhan NKRI ini, bahkan sudah jelas bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya Nomor 3 Tahun 2004 tentang Terorisme tanggal 05 Dzulhijjah 1424 H / 24 Januari 2004, menyatakan bahwa terorisme adalah "Tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Terorisme adalah salah satu 
bentuk kejahatan yang diorganisir dengan baik (well organizeq, bersifat 
transnasional dan digolongkan sebagai kejahatan luar biasa (extra-ordinary 
crime) yang tidak membeda-bedakan sasaran."

Dan juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme.

Bahkan beberapa hari kebelakang ada Peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang diduga dilakukan oleh dua orang pelaku teror, pada Minggu, 28 Maret 2021, dan juga ada sebuah aksi yang mengagetkan Seorang terduga teroris diduga berupaya melakukan penyerangan ke area Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3) sore.

Dari rekaman video kamera pengawas (CCTV) sekitar yang merekam kejadian itu terlihat seorang berbaju hijab mendatangi area di Rupatama Mabes Polri. Dia pun terlihat menodongkan senjata, sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh tembakan petugas.

"Maka dari itu Mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk menangkal pemahaman radikalisme, jangan sampai pemahaman ini beredar dikalangan dunia pendidikan,trutama di dalam kampus IAIS yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Yaspida Sukabumi" ujar Aris Gunawan.

"Sebagai seorang Mahasiswa dan juga beberapa ada yang menjadi Mahasiswa Santri (MAHASANTRI) kita harus meningkatkan nilai-nilai Tasamuh (toleransi), Tawasuth (moderat), Tawazun (berimbang), ‘Adalah (keadilan), dan Ukhuwah (persaudaraan) yang meliputi ukhuwah Islamiyah (sesama Islam), ukhuwah wathoniyah (sesama warga negara), ukhuwah basyariah (sesama umat manusia). Sangat banyak ayat Al-Qur'an yang melarang kekerasan, pembunuhan dan perusakan di muka bumi" himbaunya.

"Allah SWT menyamakan orang yang membunuh dan melakukan perusakan di muka bumi sama dengan membunuh seluruh manusia, sebagaimana difirmankan dalam surat Al-Maidah ayat 32: Yang Artinya : Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya" Terangnya.

"Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi" bebernya mengutip salah satu ayat dari Kitab Suci Al-Qur'an.

ucapnya lebih lanjut, "Dari terjemahan ayat tersebut jelas bahwa terorisme yang terkadang memakan korban jiwa manusia yang tidak bersalah dan menimbulkan kerusakan adalah bertentangan dengan ajaran Islam."

"Bagaimanapun kita adalah NKRI yang berdaulat untuk trus mengukuhkan kebinekaan serta menjaga Pancasila dan UUD 45" pungkasnya. (Irwan)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update