-->

Notification

×

Tafakkur; Perjalanan Seorang Hamba

Monday, 19 April 2021 | 13:15 WIB Last Updated 2021-04-19T06:18:35Z


Gambar: Lama hidup banyak dirasa, jauh berjalan banyak dilihat. Sang Petualang melaju menyusuri tapak kaki hingga nanti.

"Tafakkur; Perjalanan Seorang Hamba"


Sastra, journalnews.co.id: Malam berbintang, terpancar cahaya rembulan, menggambarkan keindahan dunia, yang tak lama lagi akan sirna. Ketika aku berada dalam belenggu keindahan itu, ku renungi karunia Yang Maha Kuasa, semua itu tercipta sebagai jalan untuk sampai kepada-Nya. 

Mata pun ku pejamkan, hati  pun ku siapkan. Aku merasakan ada sesuatu yang sangat dahsyat yang telah tuhan ciptakan dalam diriku yang fana ini.

Dalam diriku terdapat banyak keajaiban dunia yang tak mungkin bisa dicapai oleh akal dan logika manusia. Wadah yang telah Tuhan siapkan untuk menjadi tempatku singgah menjadi bukti nyata kekuasaan-Nya. 

Mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar, hidung yang bisa mencium, lidah yang bisa mengecap, kulit yang bisa meraba, dan yang terpenting adalah sebuah hati untuk bisa mencintai dan mengimani.

Saat mata terbuka, kulihat alam yang indah terbentang luas tak tercapai oleh mata, ku hirup udara yang menghidupi wadah ini, aku mendengar suara makhluk yang selalu berdzikir kepada-Nya. 

Aku mulai berjalan dengan segenap kekuatan yang telah Tuhan berikan. Dan diriku sadar bahwa keterbatasan inilah yang membuatku yakin bahwa dunia ini hanyalah sebuah gurauan.

Terima kasih Tuhan, engkau telah memberikan kesempatan kepadaku untuk bisa merasakan kehidupan dunia yang fana ini sebagai tempat singgah dalam perjalanan menuju kepadamu.

Dengan alam kurasakan kehadiranmu ...Tuhan

Kalam seorang hamba

Ashil Fakhrul Azmi

Subang, 11 April 2021

 

1 comment:

  1.  analogi sederhana, pesan yg tersirat dan maknanya bagus sil...👍🏻

    ReplyDelete

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update