-->

Notification

×

MENTERI BKPM: BULAN AGUSTUS AKAN DIBANGUN PABRIK BATERAI KENDARAAN LISTRIK DI JABAR

Saturday, 22 May 2021 | 17:15 WIB Last Updated 2021-05-22T10:15:34Z
Gambar: Bahlil Lahadalia, Mentri Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).


Jakarta, journalnews.co.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia bakal dibangun di Jawa Barat pada Agustus 2021.

"Sebentar lagi, Agustus pembangunan [pabrik] 10 giga pertama untuk baterai mobil [listrik] di Jawa Barat. Kita bikin lagi juga di Jawa Tengah," kata Bahlil ketika memberikan kuliah umum yang disiarkan melalui Youtube Universitas Citra Bangsa, Sabtu (22/5).

Ia tidak merinci investasi perusahaan mana yang dikerahkan di Jawa Barat. Namun ia mengatakan investasi pabrik baterai kendaraan listrik yang sedang berjalan berasal dari perusahaan LG sebesar US$9,8 miliar dan Contemporary Amperex Technology Co (CATL) sebesar US$5,2 miliar.

Bahlil menjelaskan pembangunan pabrik ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah melarang ekspor nikel sejak 2019 lalu. Ia mengaku kala itu ia banyak diprotes karena kebijakan tersebu

"Semua orang demo, saya bilang nggak apa-apa mau didemo. Satu setengah bulan saya dihajar. Tapi kalau bukan sekarang kita selesaikan, kapan lagi? Dan apa yang terjadi? Hari ini Indonesia akan jadi satu negara terbesar dalam menyiapkan kepada negara di dunia untuk kontribusi pabrik baterai untuk mobil listrik," pungkasnya.

Ia mengatakan pelarangan ekspor harus diterapkan karena belajar dari pengalaman sebelumnya, Indonesia kerap tidak cermat dalam memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki.

Bahlil mencontohkan sumber daya kayu, emas dan batu bara yang terus dikeruk dari alam Indonesia, namun hanya habis dijajakan secara mentah ke luar negeri tanpa memberikan nilai tambah.

"Ikan juga kita paling banyak. Tapi kita sudah kalah saing membangun industri ikan dengan Vietnam dan Thailand. Kenapa? Karena kita tidak pernah memikirkan hilirisasi," katanya.

Untuk itu, lanjut Bahlil, pemerintah kini berupaya melakukan transformasi ekonomi yang memberikan nilai tambah kepada negara. Yakni salah satunya dengan melarang ekspor dan mendorong hilirisasi sumber daya alam.

Diketahui, pemerintah Indonesia sedang getol mendorong industri pabrik baterai listrik di Indonesia. Maret kemarin, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk holding baterai listrik, Indonesia Battery Corporation (IVC) yang terdiri dari PT Inalum (Persero), PT Antam (Persero) dan PT PLN (Persero).

Sementara LG Energy Solution digadang-gadang mengerahkan investasi untuk pembangunan pabrik kendaraan listrik di Batang, Jawa Tengah. (LBn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update