-->

Notification

×

Sejumlah Jurnalis Kecewa dan Menolak Ajakan Menjadi Mitra Kades Sukaluyu

Sunday, 9 May 2021 | 22:23 WIB Last Updated 2021-05-10T04:22:46Z



Cianjur, Journalnews.co.id - Kami seluruh jurnalis, yang bertugas menjadi suatu yang berkewajiban sebagai Control Sosial yang membantu atau memantau jalannya roda kepemerintahan baik itu untuk kemajuan terhadap masyarakat yang berada di pedesaan dan juga perkotaan yang berada di seluruh dunia khususnya di wilayah Negara Republik Indonesia (NKRI).



Setelah kami ketahui pasca terjadinya konplik yang terjadi, hari Kamis lalu (06/05/21) di wilayah pemerintahan Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu antara H. Uher Suherman, S.H selaku Kades Sukalyu dengan tim dari anggota karang taruna yang berlokasi di Aula desa Sukaluyu sekira pukul 10.20 Wib atas dasar tuntutan yang di sampaikan oleh tim karang taruna, salah satunya mengenai Gugus tugas covid-19 yang ke anggotaannya di rubah tanpa ada informasi dan komfirmasi dahulu, juga mengenai anggaran pembelanjaan untuk seluruh APD Covid-19 yang di duga ada pemotongan, yang sampai saat ini (09/05/21) masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat dan menjadi bahan bahasan untuk seluruh warga masyarakat akibat dampak tidak transparan dan tidak koopratif dalam menjalankan tugasnya.



Sesuai yang kami ketahui disaat liputan berjalan, menurut keterangan dari tim karang taruna saat di konfirmasi awak media, "kami semua tidak terima atas tindakan atau pun kebijakan dari  Kepala Desa setelah kami melihat data di RAB yang tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan baik itu honor dan pembelanjaan untuk APD yang tidak sesuai dengan data yang ada di RAB. Salasatu bukti dan fakta yang ada, semprotan di data RAB 4 di belikan 2, Helm aturan data 15 biji di belikan 8 dan mantel harusnya di beli ini tidak ada bahkan honor pun yang aturan nya 300.000 di berikan nya 150.000 dan itu semua kami paham sesuai fakta dan bisa di pertanggung jawabkan," Ungkap tim kartun.


Yang menjadi catatan lagi H. Uher Suherman. S,H selaku Kades Sukaluyu saat di temui dan di wawancara di ruangan kerja nya oleh seluruh media yang hadir, secara tidak langsung beliau mengintimidasi kepada seluruh awak media atau jurnalis agar tidak memberitakan kejadian tersebut dan beliau katakan menolak menjadi mitra apabila tidak menuruti dan mentaati peraturan beliau dan beliau katakan "Itu adalah aib" bahkan sempat membahas tentang pemberitaan masalah baligho atau spanduk yang sudah lalu dan mungkin masih belum menyadari dan menerima atas pemberitaan tersebut padahal dari pihak jurnalis siap untuk menerima koreksi dan hak jawab sesusi kode etik dan peraturan yang berlaku.


Menurut pendapat Denda dan rekan-rekan kami selaku tim dari jurnalis, kalau H. Uher Suherman, S.H merasa tidak punya salah kenapa harus melarang kami untuk meliput atau membertiakan, itu hak kami yang sesuai di dalam UU no 40 tahun 1999 jelas terbuka tentang peraturannya, kami selaku jurnalis berhak dan kewajiban sebagai control social untuk mempublikasikan apa saja yang terjadi di lapangan baik itu bagus atau pun buruk apa lagi masalah penyalahgunaan anggaran untuk kepentingan seluruh masyarakat." pungkas tegas dari tim jurnalis. (Dend/Gun/1113).

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update