-->

Notification

×

Seni Dulag, Kekayaan Budaya Tatar Santri Yang Luput Dari Perhatian Pemerintah

Monday, 24 May 2021 | 13:28 WIB Last Updated 2021-05-24T06:28:23Z


Cianjur, journalnews.co.id - Seni Budaya Dulag mungkin sebagian masyarakat sudah tidak asing lagi dan berpikir kalau seni ini merupakan gelaran tahunan yang biasa di gelar di acara-acara tertentu yang bernuansa Religi seperti halnya Idul Fitri dan Idul Adha. 

Namun lain halnya dengan seni budaya dulag Marga Mekar yang ada di kampung Batu Karut Desa Sukaluyu Kecamatan Cijati Kababupaten Cianjur. 

Komunitas yangg sudah berdiri semenjak 2 tahunan silam yang digagas oleh Mahmud S,Pdi selaku seniman lokal Cianjur. Hal ini sangatlah populer diwilayah Cijati sendiri.

Meski komunitas seni dulag ini digagas oleh orang-orang Cianjur, akan tetapi komunitas tersebut malah lebih eksis dan populer diluar Kabupaten Cianjur seperti halnya Banten, Bogor dan Sukabumi.

Hal ini sangatlah disayangkan, adapun dikandangnya sendiri komunitas tersebut seolah dipandang sebelah mata, baik itu dari Desa setempat maupun dari  pemerintah kabupatennya sendiri. Hal tersebut diuraikan oleh Asep Bio selaku aktivis sosial, politik, seni dan budaya yang sengaja mendatangi komunitas seni dulag tersebut.

Selain itu, menurutnya juga, jika dinilai dari segi artistiknya seni dulag terbilang sangat unik apalagi bahan baku pembuatannya dari kayu yang mudah didapat.

"Kalo dinilai dari segi artistiknya seni dulag ini sangatlah unik karena alat-alat musik tersebut dibuat dari olahan kayu yang ada disekeliling masyarakat sekitar. Semisal bedug kohkol dan saron adapun alat musik pelengkapnya hanya sebuah Kecrek dan Cambre kecil" ungkap Asep Bio pada hari Senin (24/5/21).


Disisi lain, komunitas seni dulag tersebut sangat mengharapkan adanya perhatian dan support dari pihak Pemdes maupun Pihak Pemerintah Kabupaten serta pihak terkait lainnya. Oleh karena Itu, Asep Bio selaku aktivis yang mencintai seni dan budaya Cianjur menghimbau kepada seluruh elemen terkait untuk sama-sama memperhatikan serta membantu demi terdongkraknya seni budaya lokal ini. Sebab menurutnya seni dulah tersebut merupakan aset budaya yang berpotensi sangat menguntungkan bagi semua jajaran yang berperan dalam mengembangkannya baik itu masyarakat, Pemdes maupun pemerintah kabupaten. 

"Jika pemerintah lebih kreatif, seni dulag tersebut juga bisa mendongkrak ekonomi masyarakat setempat" ujarnya.

"Besar harapan Kami yang sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Desa khususnya untuk membesarkan nama komunitas ini. Juga nama baik Desa Sukaluyu sendiri" pungkas Asep Noval salah satu pengurus komunitas seni dulag tersebut. (TM)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update