-->

Notification

×

Milyaran Uang Rupiah Palsu Diamankan Jajaran Satreskrim Polres Subang

Friday, 11 June 2021 | 09:11 WIB Last Updated 2021-06-11T04:16:08Z



Subang, journalnews.co.id – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang berhasil menangkap pengedar uang Rupiah palsu (upal) pada hari Jum’at (28/5/2021) sekira pukul 02.30 WIB di wilayah Gantar Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.


Pelaku berinisial SRJ (70) warga Bongas Kab. Indramayu dan NCS (40) warga Kel. Dangdeur Kab. Subang. Jajaran Satreskrim Polres Subang masih memburu NCS yang statusnya Daftar Pencarian Orang (DPO). 


Para Tersangka diduga mengedarkan upal bermodus menjadi “Orang Pintar” yang memiliki kekuatan magic untuk membuka kunci penyimpanan “Uang Amanah” dari para leluhur yang nilainya milyaran bahkan trilliunan Rupiah. Kemudian Tersangka meminta korban menyediakan uang sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) untuk kebutuhan ritual dalam membuka kunci “Uang Amanah” tersebut.


“Terungkapnya uang palsu ini berawal dari informasi masyarakat kepada Pihak Kepolisian yang menyebutkan bahwa terdapat seseorang yang dicurigai memiliki dan mengedarkan uang Rupiah palsu,” kata Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto didampingi Kasatreskrim Polres Subang AKP M. Wafdan Muttaqin dalam keterangan Pers Conference di Aula Patriatama Mapolres Subang, Kamis (10/6/2021).


“Menurut Pengakuan Tersangka SRJ, upal Rupiah ini didapat dari Tersangka lainnya yaitu saudara SM dan GF dimana keduanya adalah warga Indramayu dan sudah diamankan di Polres Indramayu dengan kasus yang sama,” jelas Kapolres.


“Korbannya satu orang, kerugiannya sekitar Rp.15 juta dan upal tersebut belum sempat beredar di masyarakat,” tandasnya.


Kapolres mengatakan jajarannya berkoordinasi dengan Kantor Bank Indonesia cabang Bandung guna memastikan lembaran kertas ratusan ribu rupiah tersebut merupakan uang palsu.


“Setelah mendapat perbedaan karakteristik antara Uang Rupiah asli dan palsu diantaranya pada bagian huruf atau angka mikro (Micro Text), Benang Pengaman (Securyty Thread), Tinta berubah warna (Color Shifting), cetak timbul (Intalgio), Visble ink, tanda air (watermark), dan warna, hasilnya puluhan ribu lembar uang pecahan Rp.100.000 itu dinyatakan palsu,” jelas AKBP Aries.


BARANG BUKTI


Barang Bukti yang berhasil diamankan Polres Subang berupa upal pecahan 100 ribuan, tahun emisi 2016 dengan total sekitar Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah) yang disimpan di dalam sebuah dus dan sebuah Handphone merek LG B-220 sebagai sarana komunikasi Pelaku dalam mengedarkan upal.


DELIK PIDANA


Akibat perbuatannya, Tersangka SRJ mendekam dalam tahanan Mapolres Subang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan disangkakan Pasal 36 ayat (3) UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang bunyinya : “Setiap orang yang mengedarkan dan/atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000.000,- (lima puluh) miliar rupiah)”.


"Kapolres Subang menghimbau kepada maayarakat untuk lebih teliti dalam transaksi menggunakan uang secara fisik serta tidak ragu/tidak takut untuk memberikan informasi kepada pihak Kepolisian bilamana menemukan adanya praktek peredaran upal".pungkasnya.(Aryo) 

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update