-->

Notification

×

REKONSTRUKSI SATE BERACUN POLRES BANTUL

Monday, 7 June 2021 | 17:09 WIB Last Updated 2021-06-07T10:09:43Z
Gambar: Rekonstruksi sate beracun.

BANTUL, journalnews.co.id - Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus satai beracun yang menewaskan Naba, bocah berusia 10 tahun, warga Salakan II Bangunharjo, Sewon, Bantul. Rekonstruksi digelar di halaman Mapolres Bantul, Senin (7/6/21) pagi.
Selama memerankan 22 dari 35 adegan rekonstruksi, tersangka Nani Aprilliani Nurjaman, 25, terlihat menangis sesenggukan.

Rekonstruksi sendiri dimulai dari adegan pertama, saat Nani menerima telepon dari kurir JNT yang mengantarkan paket berisi kalium sianida. Racun itu ia pesan melalui aplikasi Shopee. Nani sempat bertemu dengan petugas kurir dari JNT dan menyimpan paket tersebut di Griya Fit, tempat kerja Nani pada 13 Maret 2021.

Pada 25 April Nani bertolak dari rumahnya ke tempat kerjanya di Griya Fit, dengan vario AB6748 AM. Sesampai tempat kerja Nani kemudian membeli satai di Mister Teto. Setelah itu, Nani membeli snack di Kotagede.
Setelah itu, Nani kembali ke Griya Fit. Ia kemudian mengganti baju yang dikenakan dengan menggunakan gamis dan hijab. Nani kemudian mencampur kalium sianida yang sempat disimpan di rak tempat kerjanya ke bumbu satai. Sisa Sianida dibuang Nani ke tempat sampah.

Samarkan Jejak

Usai mencampur racun, Nani kemudian menghubungi temannya, Agus, untuk menukar sepeda motor. Keduanya pun bertemu di jalan barat Stadion Mandala Krida. Sepeda motor Honda Vario ditukar Honda Beat warna putih bernopol AB 2187 JF.
Nani kemudian menghampiri Bandiman, driver ojek online yang sedang berada di serambi masjid di kawasan Jl. Gayam, Umbulharjo, Bantul.

Nani yang tidak menggunakan helm kemudian meminta Bandiman untuk mengantarkan paket sate dan snack ke rumah Aiptu Tomy, di Vila Bukit Asri, Kasihan. Usai memberikan paket dan uang jasa pengiriman kepada Bandiman, Nani pun kembali menemui Agus untuk menukar sepeda motor. Ia kemudian kembali ke tempat kerjanya dan berganti baju. Nani pun membuang baju gamis dan kerudung yang digunakannya saat bertemu Bandiman.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengatakan awalnya ada 27 adegan yang akan diperagakan saat rekonstruksi. Namun dalam perkembangannya, menjadi 35 adegan.
Selain itu, selama rekonstruksi, menurut Ngadi, Nani menangis. "Mungkin dia tidak biasa di tempat ini. Kami maklumi," kata Ngadi.

Lebih lanjut Ngadi menjelaskan sejauh ini, Nani menjadi satu-satu tersangka atas kasus sate beracun ini. Sebab, sosok R hingga kini belum juga diketemukan oleh pihak kepolisian. Rencananya, R akan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).
R merupakan orang yang menyarankan Nani untuk meracuni Aiptu Tommy, yang disebut-sebut suami siri Nani.
"Nanti R akan kami masukkan dalam DPO [daftar pencarian orang]. Sementara kami gelar Perkara  dulu, baru setelah itu berkas untuk tersangka Nani akan kami limpahkan ke kejaksaan secepatnya," kata Ngadi.Lbn

Aiptu Tommy Absen

Terkait dengan absennya Tomy dan istri Tomy, Ngadi menyatakan jika keduanya berhalangan hadir karena ada keperluan. Oleh karena itu, pada rekonstruksi ini, tidak dihadirkan.
"Mereka ada keperluan. Kami tidak bisa hadirkan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Nani ditangkap aparat Polres Bantul pada 30 April 2021 jam 23.00 WIB di rumahnya, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Nani ditetapkan sebagai tersangka setelah mengirimkan satai beracun kepada salah satu penyidik Polresta Jogja, Aiptu Tomy, yang beralamat di Villa Bukit Asri, Kasihan, Bantul.

Satai dikirimkan lewat jasa ojek online yang dipesan secara offline. Namun, satai itu justru merenggut jiwa Naba, 10, yang merupakan anak dari Bandiman, driver ojek online yang mengantar makanan ke rumah Tomy. (LBn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update