-->

Notification

×

Seorang Penghulu di Cianjur Diduga Melakukan Tindak Pungli dan Tabrak UU Perkawinan

Saturday, 12 June 2021 | 12:11 WIB Last Updated 2021-06-12T06:23:06Z
Gambar: Ilustrasi penghulu.


Cianjur, journalnews.co.id - Abdul sahid seorang warga Desa Panyinangan Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur merasa kecewa dengan pernikahannya. Hal ini di karenakan surat atau buku nikahnya belum juga Ia terima sampai saat ini atau delapan bulan lamanya pasca menikah.

Menurut keterangannya ia menikah dengan istrinya yang bernama Dadah pada tanggal 20 Agustus 2020 lalu. Waktu itu seorang penghulu yang bernama Mursid dan rekannya bernama Agus berjanji akan mengurus buku pernikahannya. Dalam penjelasannya Abdul Sahid menuturkan bahwa kedua penghulu tersebut akan menyelesaikan buku pernikahannya berkisar satu bulan dengan biaya administrasi Rp.1.500.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah). Namun sampai tenggat waktu yang dijanjikan habis buku tersebut tidak juga Ia peroleh.

Oleh karena itu Abdul Sahid pun sempat beberapa kali menanyakan prihal tersebut kepada Agus, namun waktu itu Agus menyuruh Abdul Sahid membawa surat kuning dari desa setempat dan juga surat cerai sebagai sarat administrasi.

"Waktu itu kan hanya disuruh bayar Rp.1.500,000,- untuk proses pengurusan administrasi semuanya dan setelah Saya bayar akhirnya Bapak amil menikahkan Saya" jelasnya.

Saat media menghubungi Agus lewat saluran Whatsapp, Agus tidak dapat memberikan keterangan dan jawaban terkait perihal pernikahan Abdul Sahid dan Dadah bahkan terkesan saling lempar batu sembunyi tangan dengan Mursid selaku penghulu yang melangsungkan proses ijab-kobul pernikahan.

Oleh karena itu, Mursid dan Agus diduga menyalahi aturan undang-undang perkawinan dan diduga juga melakukan tindak pungli. (Jun)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update