-->

Notification

×

Tradisi "Ngopi" LBM NU Cianjur

Tuesday, 1 June 2021 | 15:51 WIB Last Updated 2021-06-01T08:54:07Z


Cianjur, journalnews.co.id - Kopi merupakan minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Dua spesies pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Kopi Arabika (Coffea Arabica).


Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu.


Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.


Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung.


Ada makalah menyebutkan bahwa orang yang minum kopi bisa mempertahankan kesehatan tubuh. Bahkan pada kenyataannya rasa dan aroma kopi memang bisa membuat orang menjadi melek tidak ngantuk. Ketika malas dan capek bisa menambah semangat, sedangkan bahtsul masail memerlukan refresh serta pikiran yang sehat dan jernih.


Hal ini diungkapkan KH Nanang Ibnu Umar, Ketua LBM NU Kabupaten Cianjur saat acara Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Al-Inayah yang dipimpin oleh KH Suhaefi, Kampung Cibangban, Desa Ciwalen, Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur, Minggu (30/05/2021).


Ditanya perihal bahtsul masail tanpa ngopi, Sekretaris LBM NU Cianjur KH Ahmad Baehaki menuturkan bahwa musyawarah tanpa ngopi itu bisa membuat peserta menjadi lesu dan pusing. Bahkan, ia menilai bisa hilang konsentrasi bagi orang yang sudah terbiasa menyeduh kopi itu sama dengan orang yang lapar pada makanan.



"Konon ngopi itu urusan haqqul yaqin dan rasa,” sambung Kiai Ahmad Baehaki sambil menunjukkan kopi hitam pekat pada wadah gelas yang disuguhkan oleh peserta Bahtsul Masail di lokasi pesantren. 


Dalam pantauan media, peserta bahtsul masail dihadiri oleh para pimpinan pesantren pesohor LBM NU Cianjur diantaranya Abah Habib, Bah Uus, Kiai Deden Utsman, Ajengan Uus, Ajengan Hamdun, Mama Awie, Mama Opik, Mama Gerhana, Kiai Ipin, Kiai Yunus, Ajengan Dadan, Ajengan Deden Sulaeman, Ajengan Ridwan, Ajengan Muhammad Fauzi, Ajengan Aby Sahla serta perwakilan dari lembaga-banom NU sejak pagi hingga siang secara antusias mengikuti ngaji kitab Fathul Muin tentang bolehnya mengalihkan hutang (hiwalah) dan kitab Jamul Jawamie membahas tentang ilmu Allah dan ilmu makhluk.


“Artinya ngopi saat bathsul masail itu sangat nikmat dan begitu penting, bagi orang yang terbiasa ngopi," pungkas Kiai Ahmad Baehaki diiringi tawa peserta.(Wandi R) 

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update