-->

Notification

×

Bupati Cianjur Pantau Terus Kegitan Warga Demi Berlakukan PPKM Darurat

Monday, 5 July 2021 | 17:22 WIB Last Updated 2021-07-05T10:33:20Z




Foto: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menegur pelaku usaha nonpangan yang masih beroperasi selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. 

CIANJUR, journalnews.co.id: Trafic mewabahnya virus Corona hingga saat ini masih terus meningkat, hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya korban jiwa di seluruh dunia karena keganasan virus yang satu ini. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Cianjur terus berupaya meyempurnakan ikhtiarnya guna menangani wabah yang satu ini melalui FORKOPIMDA Kab. Cianjur yang dengan sigap bersatu dan bergerak bersama menghadapi Covid-19.

 

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menegur pelaku usaha nonpangan yang masih beroperasi selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Hingga saat ini, belum ada pengenaan sanksi administratif bagi yang melanggar. 


Bupati Cianjur, Herman Suherman, tak memungkiri masih ada yang dinilai bandel dengan aturan PPKM darurat. Hal itu diketahui saat dilakukannya sidak ke sejumlah pusat-pusat keramaian pada hari ketiga penerapan PPKM darurat.


"Hasil sidak yang kami lakukan, ternyata masih ada di luaran toko sembako yang berdagang. Tadi kami langsung meminta untuk ditutup," tegas Herman disela kegiatan pemantauan dan sosialisasi PPKM darurat di cek poin Rest Area Haurwangi, pada Senin (5/7). 


Herman menegaskan pemantauan dan sosialisasi PPKM darurat akan terus dilakukan. Pasalnya, hal itu agar masyarakat lebih disiplin lagi terhadap aturan selama diberlakukannya PPKM darurat. 




"Kita pasti lakukan terus, dan pantau terus semua aktivitas warga" ucapnya. 


Bersamaan sidak ke pusat-pusat keramaian, unsur Forkopimda juga melakukan pemantauan di sejumlah titik penyekatan. Diantaranya di cek poin Bundaran Tugu Lampu Gentur serta ke cek poin Rest Area Haurwangi. 


Di dua cek poin penyekatan itu setiap pengendara yang menggunakan plat luar daerah diperiksa berbagai kelengkapan persyaratan administrasi. Diantaranya menyangkut surat keterangan sudah divaksin, hasil rapid test antigen, dan persyaratan lainnya.


"Di pusat perkotaan, kita juga melakukan penutupan ruas-ruas jalan protokol. Ada 12 titik penutupan yang dibagi menjadi 3 ring," jelas Herman. 


Memasuki hari ketiga PPKM darurat, belum ada pelanggar aturan yang diberikan sangsi. Di posko baru pelanggaran tipiring, kata Herman, belum ada data yang diberikan sangsi.


"Sedikit demi sedikit kita terus edukasi masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan. Alhamdulillah, sejauh ini di wilayah perkotaan masyarakatnya sudah disiplin," pungkasnya menegaskan. (Jack)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update