-->

Notification

×

SEBELUM LAKUKAN PENBUNUH TERHADAP JURAGAN EMAS. MM LAKUKAN HAL INI

Tuesday, 6 July 2021 | 03:57 WIB Last Updated 2021-07-07T09:53:28Z


Jayapura, journalnews.co.id - Pada malam hari, tepatnya 15 hari sebelumnya kejadian pembunuhan juragan emas di Jalan Raya Holtekamp, ada sebuah kafe yang baru menggelar acara grand opening.


Malam itu, 13 Juni 2021 di Cafe Soetijah, Jalan raya Holtekamp ramai pengunjung.

Banyak sekali aktifitas yang dilakukan para pengunjung di kafe yang baru buka itu.

Ya, di acara grand opening cafe Soetijah yang dikemas ala anak muda milenial.

Lomba bridge dance, live musik hingga pameran lukisan, hingga open tatto pun di gelar.

Malam itu, sekitar pukul 10.15 WIT, saya pun dimintai untuk melayani satu pasien yang ingin menatto dirinya.

"Bang, saya mau tatto," ujar pria blasteran dengan postur tubuh tinggi semampai.

"Tatto apa mas," kataku.

"Ini tattonya," ujar pria tersebut sambil menunjukkan deretan kalimat berbahasa Inggris yang sudah diketiknya diaplikasi catatan handphone miliknya.

Segera, saya pun langsung mempersiapkan segala perlengkapan tatto.

Singkat cerita desing tattonya pun sudah selesai dan tinggal menatto.

Dalam proses tatto tersebut, obrolan pun mulai cair.

Saya mengetahui dia merupakan blasteran Afganistan-Batak.

Obrolan soal rumah tangga hingga tujuannya datang ke Jayapura pun mulai dikuak.


"Saya datang ke sini untuk bantu kakak mengurusi kafenya di dekat jembatan merah (Jembatan Youtefa)," ujarnya.

"Oh, sudah menikah?," tanyaku.

"Sudah bang. Istri saya orang Jawa," jawabnya.

"Istrinya dimana? Kok datang sendiri (cafe Soetijah)," tanyaku kembali sambil terus memasukkan jarum tatto ke kulit lengan kanan bagian dalam.

"Dia masih di Jawa. Nanti kalau usaha (kafe) sudah berjalan dengan baik, baru istri saya datang ke sini," katanya.

Proses pembuatan tattonya pun tidak lama. Hanya 20 menit dan tatto pun kelar.

Saya pun juga mempersilahkan dirinya untuk melihat hasil tattonya.

"Good job bang. Bagus, istriku pasti suka. Karena ada inisial istriku disini," sambil menunjukkan tatto hasil kerjaku itu.

"Terimakasih," jawabnya sambil membereskan peralatan tatto milik temanku.

Pembunuhan di Holtekamp

MM, begitulah inisial dari tersangka yang telah melakukan aksi pembunuhan terhadap Nasruddin di jalan Hanurata, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Ketika itu korban (Nasruddin) dan istrinya berinisial VLH dalam perjalanan pulang ke Arso 2, Kabupaten Keerom.

Dalam perjalanan, mobil yang dikendarai korban pun dihadang orang tidak dikenal.

Berdasarkan keterangan VLH, pelaku yang berjumlah empat orang menggunakan mobil.

Sempat terjadi perlawanan dari korban terhadap para pelaku yang hendak meminta barang berharga mereka.

Namun naas, korban malah dianiaya menggunakan senjata tajam hingga tewas di lokasi kejadian.

Aparat Kepolisian akhirnya berhasil menguak kasus pembunuhan yang terjadi pada 28 Juni 2021 lalu.

Motif pembunuhan ini didasari kasus asmara antara pelaku dan istri korban.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas pun menjelaskan kasus ini murni pembunuhan tanpa ada modus perampokan sama sekali.

"Ini murni pembunuhan, pelaku hanya satu orang yakni MM," ujar Urbinas dalam press conference, Senin (5/7/2021) di halaman Mapolresta Jayapura Kota.

Kata Urbinas, pelaku juga merupakan warga negara asing.

"Pelaku warga negara Afganistan" Ungkapnya.

Dari hasil penyidikan sementara, kasus pembunuhan ini juga telah direncanakan oleh pelaku MM.

"Dugaan perencanaan, karena pelaku telah mengikuti korban dan istrinya sebelum aksi pembunuhan," katanya.

Keterlibatan istri pelaku, hingga saat ini masih dalami oleh penyidik.

Istrinya  sudah Kami amankan dan akan melakukan pemeriksaan intensif 1x24 jam," kata Kapolresta.

Ia pun menjelaskan saat ini MM telah di jadikan tersangka atas kasus pembunuhan.

Bahkan MM dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 338 KUHP tentang Pembunuhan.

"Pelaku dikenakan pasal berlapis dengan ancaman penjara seumur hidup dan paling singkat 20 tahun penjara," ucapnya.

Keterlibatan VLH dalam Kasus Pembunuhan

Disampaikan langsung oleh Kapolres Urbinas, saat ini istri korban (VLH) masih berstatus sebagai saksi korban.u

"Dia masih sebatas saksi korban, tapi bisa juga dijadikan tersangka dengan kasus memberikan keterangan palsu kepada penyidik saat kasus pembunuhan terjadi," ujar Urbinas.

Dikatakan, VLH juga saat ini sedang dalam perjalanan ke Jayapura dengan didampingi aparat keamanan.

"Intinya, VLH sudah mengakui bahwa pelaku pembunuhan atas suaminya adalah MM. Tapi kami akan menggali lagi motif pembunuhan tersebut," katanya.

"Sedangkan MM sendiri lebih memilih diam saat diinterogasi. Kami akan berikan dia pendampingan (pengacara), agar kasus ini bisa cepat terselesaikan," pungkasnya. (Lbn)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update