-->

Notification

×

GMPCB Gelar Audiensi Dengan Dinsos Cianjur Terkait Dugaan Markup Dana Bansos

Wednesday, 1 September 2021 | 09:24 WIB Last Updated 2021-09-01T09:32:09Z

 

CIANJUR, journalnews.co.id - Ditengah pandemi Covid-19 yang berdampak kepada kehidupan masyarakat dalam segala bidang tidak terkecuali dalam hal ekonomi, untuk membantu masyarat yang terdampak Covid-19, Pemda Cianjur menggelontorkan 12 Milyar untuk bantuan beras kepada 102.199 KK berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Cianjur TA 2020.


Ari Kurniawan sebagai salahsatu pendiri Gerakan Mahasiswa Pemuda Cianjur Bersatu (GMPCB) mempertanyakan penggunaan anggaran sebanyak 12 Milyar yang di nilai tidak sesuai dengan barang yang diberikan kepada masyarakat.


"Dari data yang dilaporkan Bupati Cianjur sebesar 12 Milyar untuk 102.199 KK dan taksiran kami harga jual beras medium CPPD Bulog sekitar 10.973 per KG nya, temuan dilapangan beras tersebut kotor dan bau, hitungan kami itu harganya dikisaran Rp.8000an harga pasaran beras yang beredar tersebut tidak sesuai harga jual Bulog jadi hanya terpakai 8 sampai 9 Milyaran dan ada dugaan korupsi sebesar 3 sampai 4 Milyar." ungkap Ari menerangkan. 


Ari mempertanyakan harga barang dan kualitas yang diberikan kepada masyarakat yang tidak sesuai dengan harga jual dari bulog.


Sementara itu Hasil Audiensi GMPCB dengan Kabid Dayasos Dinsos yaitu Bidang Dayasos hanya memberikan data penerima manfaat dan tidak tau menau terkait pengajuan dan pengadaan beras untuk masyarakat terdampak covid-19 ujar Kabi Dayasos Surya Wijaya.


 GMPCB menduga ada KKN ( Korupsi Kolusi dan Nepotisme) di Dalam pengadaan beras bantuan covid – 19 pertama, GMPCB juga menduga pergantian Kadis Dinsos Ahmad Mutawali menjadi kadis kearsipan dan perpustakaan adalah untuk menutupi dugaan kasus korupsi bansos.(JF/Reksa) 

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update