-->

Notification

×

Nasib Umi Edah Hanya Bisa Pasrah, Dari Gelap Mata Yang di Deritanya

Monday, 6 September 2021 | 21:03 WIB Last Updated 2021-09-06T14:20:11Z


Cianjur, journalnews.co.id - Pasca penyakit kedua bola matanya yang tak lagi bisa melihat, di usia (65) yang sudah tua ini ia tak bisa lagi bergerak untuk mencari nafkah seperti biasanya.


Salah satu warga yang tercatat dalam kartu keluarganya merupakan warga kampung Lembur Sawah Desa Cisitu Kec. nyalindung. Kab. Sukabumi. 

dia tinggal sendiriran di rumah yang di katakan sangat memprihatinkan dan hanya bisa bergerak dalam rabaan juga instingnya sendiri, cuma bisa rebahan dan menunggu uluran tangan dari tetangganya untuk makan sehari-hari. Kamis (04/09/21).

"Itupun terkadang dapat bantuan dari instansi pedesaan cuma dalam program saja, jika dia dapat terkadang tidak dapat, dan hanya cukup untuk makan aja." Ujarnya.

Umi Edah hanya mengandalkan salah satu anaknya dan tetangga dari warga sekitar untuk menunggu kesadaraan memberinya makan sehari-hari.

Adapun sekedar bantuan dari satu anak kandungnya, terbagi-bagi dimana bahwa anaknya pun sudah ada tanggung jawab untuk keluarganya, sehingga Umi Edah tetap bertahan hidup walau dalam keadaan gak bisa melihat kedua bola matanya yang di akibatkan penyakit katarak yang menahun dan  semakin parah, sehingga dia hanya pasrah dalam segala hal apapun.

Kang Edi, "dia salah satu juga anak satu-satunya dari Umi Edah, dengan kondisi paspasan seperti yang di alami apalagi adanya program PPKM ini untuk keluarga saya juga sangatlah serba kekurangan  untuk kebutuhan sehari-hari dan saya tetap bersyukur walau dalam keadaan prihatin." Paparnya.

"Selama ini tidak ada bantuan yang extra terhadap ibu saya Umi Edah, dari Pemkab Sukabumi." Ucap Edi.

"Alhamdulillah setelah ketemu seorang media, saya ungkapkan Ibu saya sendiri dengan keadanya seperti yang di lihat sama rekan media, dialah Umi Edah, yang tak dapat melihat lagi indahnya alam semesta  ini, maka dari itu dia sangat memerlukan segala bantuan baik kesehatannya dan makan sehari harinya, serta alat bantu atau tongkat untuk dia beraktipitas." Ujarnya

"Walaupun ada bantuan dari Desa, Umi tak melupakan dan selalu berterimakasih. Mudah-mudahan bisa menunjang kehidupannya, baik itu ke Madrasah atau ke saudaranya, perlu alat bantu seperti tongkat atau alat peraga lainnya." Pungkas Umi Edah. (Sapta)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update