-->

Notification

×

Petani Jahe Merah dan Jahe Gajah Keluhkan Bantuan Modal Berupa Dana

Monday, 6 September 2021 | 20:38 WIB Last Updated 2021-09-06T14:22:39Z


Cianjur, journalnews.co.id - Edi tertarik menanam jahe karena harganya terus merangkak naik di tengah pandemi Covid-19.

Pak Edi (50), petani asal kampung Lembur Sawah RT 07 RW 01 Desa Cisitu kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, kami mecoba mewawancarai di rumahnya, dia mengatakan, "harga jahe mengalami peningkatan cukup signifikan dalam dua bulan terakhir dari Rp 10.000/Kg menjadi Rp 20.000/Kg.


"Banyak yang menanam jahe di Desa Cisitu karena harga sedang bagus,” kata dia. Kamis (06/09/21).

Lanjut, "di tengah harga jahe naik saya kewalahan di karnakan kekurangan modal untuk menami jahe tersebut, walau dalam masa pandemi ini, hanya jahe merah dan jahe emrit yang mengalami kenaikan harga, sementara untuk komoditas lain seperti cabai, kopi, sawit, lada, kakao dan jenis sayuran lainnya relatif tidak berbeda dengan tahun lalu," papar Edi.

“Cabai rawit harganya berubah-ubah tergantung cuaca, biasa itu, sama seperti Tahun lalu walaupun saya tidak bergabung dalam kelompok petani," dia tetap semangat dalam menjalakan lahan garapannya dan hanya kelompok tani dalam lingkungan kluarga saja.

Dan rekan petani lainnya di Desa Cisitu mengatakan, "dirinya saat ini memanfaatkan lahan untuk menanam jahe emprit dan jahe gajah pada umumnya. Hal tersebut merupakan lahan karet namun lantaran harga komoditas jahe tersebut terus anjlok naik dalam tiga Tahun terakhir maka di tanam bibit jahe saja".

"Saya tanami jahe saja, ada juga cabai, dan jenis palawija lainnya. Sejauh ini memang menanam jahe cukup menguntungkan karena harga di pasar tinggi, apalagi lagi dalam 8 bulan sudah bisa panen,” Tegas Edi.

"Peningkatan harga jahe itu, lantaran tingginya nilai permintaan masyarakat terhadap produk rempah-rempah yang dijadikan bahan utama membuat minuman sehat. Di tengah pandemi ini, produk makanan dan minuman sehat yang terbuat dari bahan-bahan alami menjadi buruan. Sehingga tanaman-tamanan rempah-rempah seperti jahe dan kunyit harganya juga ikut naik,"

"Ini terlihat jelas pada data nilai tukar Petani untuk petani holtikultura jenis tanaman obat. Sementara untuk tanaman jenis sayur-sayuran saya cuma untuk pendamping aja atau untuk memenuhi kebutuhan di rumah saja alias tanaman sampingan," pungkasnya. (Sapta)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update